.jpg)
Ende, gatra.net- Bupati Ende, Djafar Ahmad minta Kepolisian Resort (Polres) Ende bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTT segera membongkar sindikat narkoba di Ende sehingga masyarakat dapat bebas dari bahaya narkoba.
Penegasan Bupati Ende Djafar ini menyusul penangkapan pengusaha kelas atas FRT Direktur PT A oleh BNN Provinsi NTT Minggu 28 November 2021 lalu di Pelabuhan IPI Ende. Selain pengusaha FRT yang sudah ditangkap diduga ikut terlibat pula oknum wartawan di Ende dan beberapa oknum pengusaha.
“Kabupaten Ende adalah julukan sebagai kota pelajar,bukan sebagai kota transaksi narkorba. Saya minta polisi dan BNN ungkap sindikat narkoba di Ende ,” kata Bupati Ende Djafar Ahmad ( 5/12).
Karena itu jelas Djafar dalam rapat Forkompinda Ende sudah dibahas bersama bagaimana memberantas jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Ende.
“Dalam rapat Forkompinda kami bahas bersama bagaimana memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Ende. Dibahas juga dugaan oknum lain yang terlibat selain yang sudah ditangkap. Karena itu saya minta agar Polres bersama BNN memberantas sindikat perderan narkoba ini sampai akar–akarnya. Jangan hanya pemakai tetapi pemasok. Jangan pilih kasih,” jelas Djafar.
Oknum Pengusaha dan Wartawan Terlibat Narkoba
Penangkapan pengusaha FRT Direktur PT A di Ende 28 November 2021 lalu tekait kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu, berbuntut panjang. Sumber Gatra di Polres Ende yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan, selain FRT, BNN NTT dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan test urine dan rambut terhadap beberapa oknum pengusaha yaitu, inisial H, G, J, Dan M, dan seorang oknum wartawan.
"Dalam proses penyidikan terhadap FRT terindikasi ada oknum wartawan diduga ikut terlibat dalam jaringan narkoba FRT.Selain itu ada juga oknum pengusaha inisial H, G, J, Dan M. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi BNN Kupang. Lebih jelasnya hubungi pihak BNN Provinsi NTT,” kata sumber gatra.net di Polres Ende.
Masih menurut sumber gatra.net oknum wartawan tersebut setiap hari selalu berada di Polres Ende berupaya mendekati sejumlah penyidik BNN dan Polres agar tidak mengembangkan penyidikan. Diduga dia suruhan pengusaha oknum –oknum pengusaha lain yang diduga terlibat. “Itu wartawan setiap hari selalu datang di Polres. Berupaya minta bertemu penyidik namun tidak digubris,” katanya.
Seperti diberitakan gatra.net sebelumnya Tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama anggota Polres Ende, membekuk FRT diduga pemakai dan pemilik Narkoba di Kota Ende, Flores, pada Minggu (28/11). FRT seorang pengusaha papan atas di NTT, yakni Direktur PT A dibekuk bersama barang bukti di Pelabuhan Ende, sekitar pukul 10.00 Wita pagi saat menjemput barang haram tersebut dari kurir yang dikirim dari Surabaya.
Informasi yang dihimpun gatra.net bahwa saat itu tim BNN NTT sudah berada di lokasi memantau situasi di Pelabuhan Ende. Saat kurir yang membawa barang yang ditaruh di dalam tas kuning diserahkan kepada FRT yang berada dalam mobilnya, aparat BNN langsung melakukan penyergapan. FRT dan barang bukti kemudian diamankan di Pospol KP3 Polres Ende.
“Kami menerima informasi akan ada transaksi Narkoba di Pelabuhan Ende. Karena itu sejak Sabtu kemarin, 27 November 2021, kami siaga dan memantau di lokasi ini. Tadi pagi begitu barang tersebut diserahkan kami bekuk,” kata seorang petugas BNN Provinsi NTT yang meminta namanya dirahasiakan.
Di Pelabuhan Ende, sejumlah petugas dari BNN sedang terlihat mengambil keterangan baik dari FRT dan juga kurir pembawa barang. Awak media yang hendak mengambil gambar dilarang sejumlah petugas, baik dari BNN dan juga Polres Ende.
Aparat BNN dan Polres Ende kemudian membawa FRT, kurir dan barang bukti menggunakan mobil Kijang Innova dengan nomor polisi EB 1151 AM, tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang saat itu berada di luar Pospol KP3 Pelabuhan Ende.
Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, SIP, dikonformasi gatra.net membenarkan penangkapan FRT terkait Narkoba.
“Benar ada penangkapan terhadap FRT soal Narkoba. Namun lebih jelasnya hubungi BNN Provinsi NTT. Karena kami dari Polres Ende hanya mem-backup saja,” kata melalui pesan WhatsApp, Minggu sore.