Home Ekonomi Kemendes Ingin Desa Menjadi Inovator Ketahanan Pangan

Kemendes Ingin Desa Menjadi Inovator Ketahanan Pangan

Bantul, gatra.net - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta desa menjadi leading sector dalam inovasi bidang ketahanan pangan. Selama pandemi Covid-19, sektor pertanian sama sekali tidak terdampak.
 
Hal ini disampaikan Mendes Halim saat meresmikan lahan pertanian terpadu di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu pagi (15/8).
 
"Saya sangat bergembira sekali ada desa yang mampu berinovasi dan mengembangkan sektor perekonomian, khususnya berbasis pertanian. Apalagi arahnya berhubungan dengan konsep ketahanan pangan yang sedang digagas pemerintah," katanya.
 
Mendes Halim menegaskan dunia pertanian Indonesia sebenarnya menjadi inti ketahanan pangan. Namun pertanian justru dijalankan lewat berbagai program yang tidak berhubungan dengan aspek ketahanan pangan.
 
Dampaknya, beberapa komoditas pangan pokok harus diimpor. Jika dibiarkan berlanjut, impor bahan-bahan pangan pokok tidak lagi menjadi sebuah keinginan, melainkan kebutuhan.
 
"Kita tahu selama pandemi ini, bidang pertanian masih terus bertahan dan tidak tiarap. Meski kita tahu semua menjadi petani di Indonesia tidak pernah untung," lanjutnya.
 
Menurut Halim, keberhasilan Pemdes Guwosari yang dipimpin anak muda mewujudkan proyek ketahanan pangan harus diapresiasi dan ditiru seluruh desa. Langkah ini sesuai kebijakan pemerintah menggeliatkan ekonomi.
 
Menurut Mendes, jika seluruh desa memiliki inovasi mengembangkan ketahanan pangan, Indonesia tidak lama lagi akan mandiri pangan.
 
"Penguatan ketahanan pangan di desa sebenarnya cukup mudah. Lakukan sensus tentang besaran kebutuhan pangan, jenis pangan, dan siklusnya maka persoalan ketahanan akan terselesaikan. Intinya, ketahanan pangan itu sekarang ada di desa," lanjutnya.
 
Sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan di desa, Kementerian Desa sedang memetakan berbagai kebutuhan pembangunan desa. Pemetaan ini menjadi pintu masuk bagi kementerian atau lembaga lain agar program mereka tepat sasaran.
 
Kepala Desa Guwosari Masduki Rahmad menyatakan Guwosari menyediakan lahan 5,5 hektare di Dusun Kentolan Lor yang akan dikelola badan usaha milik desa (bumdes).
 
"Konsep pertanian dengan tujuan ketahanan pangan ini usulan dari konsorsium lima desa. Pengembangan ini salah satu program yang diusung oleh lima desa," jelasnya.
 
Penggagas sekaligus komisaris konsorsium PT Pasar Desa Indonesia, Wahyudi Anggoro Hadi, menjelaskan konsorsium ini beranggota Desa Panggungharjo, Sriharjo, Ngestiharjo, Wirokerten, dan Guwosari.
 
"Pendirian konsorsium ini adalah untuk memandirikan perekonomian di desa melalui berbagai program, tidak hanya pertanian. Berbagai produk yang desa hasilkan akan kami carikan pasar," jelas Kepala Desa Pangguharjo ini. 
 
Wahyudi menyatakan sejak berdiri April lalu, konsorsium telah mendapat omzet sekitar Rp950 juta dari penjualan 4.000 komoditas yang disalurkan melalui 157 toko di desa.
561